Tampilkan postingan dengan label ceritasastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceritasastra. Tampilkan semua postingan

Puisi: Kenang by Sarah Nurkhaliza

Kenang


Aku ingin mengenangmu
Dalam setiap detik jam melaju

Aku ingin mengenangmu
Walau kita tak pernah dalam ruang yang satu

Aku ingin mengenangmu
Dalam setiap hembusan angin
Meniup waktu untuk menghilang
Menyuruhnya untuk pergi
Mungkin sebentar-sebentar mengintip kembali
Dalam ruang-ruang yang luang
Dalam keramaian tak bertuan
Dalam ketidakberdayaan ingatan

Kita hanyalah akan menjadi masa
Bukan untukmu
Bukan juga untuk aku
Hanya seberkas cerita rindu terburu waktu
Yang tidak pernah merelakan kita bertemu

Aku akan selalu
Ingin mengenangmu


Bandung, 3 April 2023
05.41 WIB

Sarah Nurkhaliza

Puisi: Wanita dari Waktu yang Lain ------------ Nike Ardilla

Wanita dari Waktu yang Lain


Wanita yang berasal dari ruang waktu yang lain.
Berambut pendek, berwajah teduh.
Muda usianya, lebih kepada masih baru dewasa.

Tak lama ia beraksi panggung
Jika mengingatnya kini
Detik demi detiknya seperti hanya membaca sehalaman buku harian
Singkat, namun personal
Singkat, namun bermakna kekal

Jarang ia mampir
Dalam ingatanku, kesibukanku

Tapi secara rutin ia hadir
Entah mengapa
Walau kita tak pernah dalam satu ruang waktu yang sama

Tawa cantiknya
Suara serak pembedanya
Tinggi semampai tubuhnya
Selalu menjadi ruang dalam kepala yang terisi dengan berbagai tanya

Bagaimana seorang dalam kematiannya begitu berpengaruh dan menolak hilang ditelan zaman?

Sebuah artikel dengan judul In Death She Soared yang ikut memberitakan kepergiannya belum lama saat itu, memang benar menuliskan judul dengan arti yang dapat kita terima bahwa ia tak sekedar sederhana.

Seorang remaja tumbuh dewasa di usia ke sembilan belasnya, mampu mengajak insan dari berbagai era untuk terus mengingat dan mengajaknya bicara tanpa balasan kata dalam pikiran dan ingatan.

Sebuah kisah yang luar biasa
Dapat digoreskan gadis muda belia
Di usia yang bahkan belum kepala dua
Ia pergi menjadi legenda
Meninggalkan kerinduan tak beralasan di setiap insan yang mengenalnya
Saat itu, saat ini, dan saat hingga entah kapan

Nike Ardilla


Sarah Nurkhaliza,
Bandung,
3 April 2023, 05.58 WIB


Baca Buku : Kukila (oleh M. Aan Mansyur)


          Kukila - Kumpulan Cerita karya M. Aan Mansyur ini bersampul warna cerah dengan bentuk tulisan judul yang nampak dibuat dengan kuas. First impression dengan sampulnya, sepertinya isi cerita di buku ini pembawaan dan pesannya akan manis dan penuh romansa.

          Setelah gue baca halaman demi halaman, terutama di cerita pertama, tentang Kukila, si gadis ceria yang berakhir kesepian dalam tuanya akibat ditinggal anak-anaknya, gue benar-benar tercengang. Ceritanya mengejutkan, tidak bisa ditebak, misterius dan cukup ngeri (menurut gue). Benar-benar jauh dari warna sampul yang tadinya gue pikir akan menawarkan cerita manis dan penuh roman.

ini versi punya gue. Masih telanjang dia, belum disampul

          Kukila, seorang gadis yang memiliki kekasih bernama Pilang, harus berpisah dengan kekasihnya itu karena telah dijodohkan dengan lelaki pilihan ayahnya, Rusdi, yang tak lain sahabat baik Pilang. Selain karena perjodohan Kukila-Rusdi, Pilang harus meninggalkan Kukila karena perbedaan agama diantara mereka. Tapi pernikahan Kukila nyatanya tidak menghentikan kisah Kukila dengan Pilang. Justru kisah asmara diantara keduanya ada hubungannya juga dengan kisah asmara Rusdi, sejak sebelum Rusdi menikahi Kukila. Rusdi kepada Pilang bukan hanya sekedar sahabat dekat sejak kecil. Ada hubungan apalagi diantara mereka? Lengkapnya, AYO baca bukunya!! Hehehee

          Yang bikin sedih dari cerita Kukila-Pilang-Rusdi adalah mereka berakhir dengan kematian yang mereka jemput sendiri. Bersama-sama. Itulah bagian yang bikin gue agak bergidik ngeri, sensasi diluar dugaan yang gue dapatkan dari membaca cerpen pertama dari Kumcer 'Kukila' ini.

          Ada beberapa cerpen lain yang menarik di dalamnya, tapi yang menjadi favorit gue berikutnya setelah cerita pertama yang tadi, adalah yang berjudul 'Membunuh Mini', 'Celana Dalam Rahasia Terbuat dari Besi', dan 'Hujan. Deras Sekali'.

          Lagi lagi kejutan gue dapatkan di tiga cerita ini. Aan Mansyur emang jago banget bikin surprise di ending cerita kayaknya, persis seperti yang gue dapat dari 'Membunuh Mini', 'Celana Dalam Rahasia Terbuat dari Besi', dan 'Hujan. Deras Sekali'. Tema yang diangkat sama-sama mengenai perselingkuhan dan cinta terlarang. 'Celana Dalam Rahasia Terbuat dari Besi' menceritakan seorang suami yang selalu menyuruh istrinya mengenakan celana besi, yang kemudian ia bawa kuncinya, namun si istri hanya diam, senyum dan menerima perlakuan suaminya tanpa melawan. Dan ternyata ada rahasia besar dibalik rahasia diamnya sang istri.
     
          Kemudian cerita 'Hujan. Deras Sekali'. Bercerita tentang beberapa pasangan yang satu sama lain tidak mengharapkan kehadirannya masing-masing. Namun harapan akan ketidakhadiran itu tidak mereka lontarkan satu sama lain secara langsung, melainkan melalui doa kepada Tuhan agar hujan selalu turun dan semakin deras, tidak berhenti, agar setiap pasangan ini tidak bisa saling bertemu akibat terhalang hujan deras di masing-masing lokasi yang berbeda. Hujan deras mereka jadikan alasan untuk melakukan aksi yang mereka inginkan, di tempat mereka sama-sama terjebak hujan.

          Lalu cerita dengan judul 'Membunuh Mini', menceritakan pembunuhan yang direncanakan seorang laki-laki beristri bernama Erwin yang selingkuh dengan pembantunya yang bernama Mini. Tentu saja pembunuhan ini direncanakan untuk Mini, si kekasih gelap yang sudah terlanjur mengandung tiga bulan. Erwin tidak sanggup menanggung malu jika harus menikahi pembantunya, menyuruh laki-laki yang juga bekerja dirumahnya (tidak dijelaskan sebagai apa. Mungkin tukang kebun (?)) untuk membunuh Mini dan membuangnya entah kemana, yang penting jejak pembantu naas itu hilang. Sikki, orang yang disuruh Erwin itu juga diperintah untuk meninggalkan kota tempat Erwin tinggal, dengan imbalan (hanya) dua puluh juta rupiah. Sikki menaati titah majikannya itu, ia melapor Mini sudah ia habisi dan jasadnya sudah dibuang ke sungai, entah yang mana. Erwin berusaha tenang walau jiwanya jelas tidak mungkin tenang, karena ia habis melakukan pembunuhan, walau tidak dengan tangannya sendiri. Surprise-nya, Erwin akan mendapati arwah Mini dihadapannya setelah ia sampai di kantornya, yang entah arwah itu betul arwah atau masih berjasad.

          Cerita-cerita dalam buku 'Kukila' ini menurut gue segar, berani, dan diluar dugaan. Gue malah gak berpikir Aan Mansyur ternyata genre ceritanya seperti ini, berkaca dari puisi-puisi baper yang beliau ciptakan untuk film AADC2, Aan yang super romantis dalam puisi-puisi AADC, mendadak jadi kejam dan frontal di buku Kukila. Tapi itulah keunikan dan kehebatannya. Feel-nya dapet ketika kita para pembaca terkejut-kejut membaca alur dan ending dari cerita-cerita dalam 'Kukila'.

          Berdasarkan pengalaman gue baca buku ini selama 3 hari, di rumah sebelum tidur, di rumah sakit menunggu antrian dipanggil, dan di kantor mengisi waktu kosong, perasaan dan sensasinya selalu sama, terkejut, kaget, dan wow. Kalian bakalan terbuai dengan kalimat-kalimat dalam karya sastra-nya Aan Mansyur yang elok dan tidak membosankan. Saran gue, bacalah di tempat sunyi dan kalian sedang sendirian. Feel dari cerita-ceritanya bakalan dapet abis!!!

          Oke sekian dulu cerita gue tentang pengalaman baca buku kali ini. Btw, gue gak tahu ini ulasan, resensi atau apa, soalnya pas gue coba cari tahu struktur isi dari teks resensi dan ulasan, tulisan gue tentang buku gak ada yang bener-bener selaras dengan struktur teks resensi maupun ulasan. Mungkin tulisan ini lebih ke review ya.

          Next, gue ingin sekali membahas Metamorphosis-nya Franz Kafka!! Bener-bener ngebet ingin baca buku itu. Doain segera ketemu ya! kepengen beli buku cetaknya, soalnya kalau e-book gak ada aroma khas buku yang gue suka, hehehe.

banyak juga versinya ya~

Baiklaaahh!!
Sampai jumpaaa di postingan selanjutnyaaa!

Baca Buku : Rentang Kisah by kak Gita Savitri Devi


          Btw gue udah kepingin banget beli buku ini sejak pertama beredar di gramed-gramed seluruh Indo. Tapi berhubung keadaan dompet yang gak memadai beberapa hari lalu gue baru bisa membelinya hari ini, tapi tetep seneng yeay!

          Gue udah sangat excited untuk baca bukunya kak Gita, karena sebelumnya juga gue udah doyan banget ama tulisan-tulisannya di blog. For the first time ever, gue seperti menemukan seseorang yang menyadarkan diri gue tentang banyak hal, mulai dari kepribadian, sikap, dan sb. Dan melalui buku ini, gue seperti diingatkan lagi dan disadarkan lagi. Omg.

          Mulai dari bab "Why Can't I Just Get What I Want?". Gue tuh begitu juga, kak Git (gue tahu kak Gita gak baca, gue cuma ngomong sendiri). Gue selalu merencanakan masa depan gue, bahkan sejak gue SD. Di masa SD gue merencanakan di usia SMA gue jadi artis. Di masa SMA gue nargetin masuk kuliah negeri, dapet beasiswa keluar negeri, dapetin kerjaan yang gue mau, kawin sama idola gue, dan sejahteralah gue. Tapi semuanya berubah sejak lulus SMA. Totally changed. Seperti kata-katanya kak Gita di bab itu, "Timeline hidup yang sudah kubuat harus kurombak total." Beda kasus, tapi kurang lebih sama, gue juga pernah punya timeline lengkap yang gue buat untuk hidup gue, udah kayak rundown acara. Bener banget yang kak Git bilang, ikhlas itu kunci. Ketika gue ikhlas di suatu kasus, Allah ngasih hal lain yang ngga sesuai sama rundown yg gue buat tapi gue menyadari betul apa manfaat dibalik ini semua. Kadang gue ga bisa berkata kata even dalam pikiran gue yang biasanya selalu merangkai kata, buat ngedescribe betapa wow nya gue sama apa yang Allah kasih yang diluar expect gue.

            Btw gue masih sering sih, yang namanya mempertanyakan keadaan, mempertanyakan apa rencana Allah buat hidup gue, berhubung hidup gue masih berlanjut dan gue belum belajar hidup sebanyak kak Gita. Tapi malem ini, melalui membaca buku ini Alhamdulillah gue merasa teringatkan kembali untuk ikhlas dan senantiasa berbuat segalanya sebaik mungkin serta not expect too much.

            Dan tentang agama Islam, aku kesadar kalau aku kurang melibatkan Islam di aspek-aspek kehidupan aku. Aku harap aku bisa mengubah itu dan menerapkan Islam di setiap apa yang aku jalani, karena aku tahu, dengan begitu semuanya nggak akan pernah salah.

            Anyway, sedikit yang aku simpulin kalau kita bisa berubah dengan keluar dari zona nyaman kita. Kayak kak Gita yang milih untuk ke Jerman dibanding stay di Indonesia. Tapi menurutku keluar dari zona nyaman ini bukan pure dengan pindah negara kayak kak Gita, tapi dengan berani keluar dari sesuatu yang membuat kita terlalu nyaman tapi gak membawa perubahan yang baik sama sekali.

           Ohya, terakhir, aku semakin ingin keluar negeri, pindah lingkungan, terutama merantau! dan ketemu orang banyak, tua muda, dari berbagai suku dan budaya yang beda. It will open my mind and give me a lot of lessons. Huaaa

           Makasih karena udah nulis buku ya kak Gita, kalau mau nulis lagi buku kedua, kabarin. Pasti gue beli!

Btw, gue spoiler ga si?
tolong ingatkan bila iya.
Danke <3


27 Mei 1960, tentang Cinta dan Perkawinan


          Beberapa hari yang lalu aku pernah debat dengan Suparjo, seorang fanatik Katolik tapi bagiku baik. Aku mempertahankan bahwa tujuan perkawinan sebenarnya ialah nafsu. Mereka bukan hendak melanjutkan keturunan atau tugas dari Tuhan. Tapi hal ini dibantah dengan keras olehnya. Dia tidak mau mengakui bahwa wujud manusia tidak lebih tinggi dari anjing. Aku kira tak usah dijelaskan pendirian Suparjo kawanku yang baik itu. Karena pendiriannya umum dan sesuai dengan pendapat Gereja Katolik.
          Aku kemukakan alasan-alasan sebagai berikut: Kalau kita bersetubuh apakah yang dipikir, puas atau keturunan. Aku yakin 99% memikir yang pertama. Bagiku mustahil pendirian yang kedua, walaupun tak aku sangkal. Perkawinan bagiku identik dengan perhubungan kelamin. Jadi identik pula dengan nafsu. Manusia itu sadar akan hal ini. Tetapi mereka malu dan segan mengakui fenomena ini. Mereka malu disamakan dengan kemenakannya. Jadi bagiku tak ada tujuan perkawinan buat apa yang disebut cinta dengan variasi-variasinya yang nonsens. Jadi perkawinan didorong oleh naluri biologis. Dia tak dapat membantah tetapi dia yakin benar pendiriannya. Bagiku cinta bukan perkawinan. Kurang lebih 1-2 tahun yang lalu aku yakin bahwa cinta = nafsu. Tapi aku sangsi akan kebenaran itu. Aku kira ada yang disebut cinta yang suci. Tapi itu akan cemar bila kawin. Aku pun telah pernah merasa jatuh simpati dengan orang-orang tertentu, dan aku yakin itu bukan nafsu. Aku jadi ingat omongan si Bun Som. Dia pernah bilang bahwa dia punya kawan. Kawan itu jatuh cinta dengan gadis yang merupakan ideal type-nya. Lalu dia bilang kepada si Bun Som: "Aku tak mungkin mengawininya, sebab kalau aku kawin aku tak tega menyetubuhinya. Paling banyak aku cium." Dia tak mungkin mengadakan hubungan kelamin sebab baginya 'Ubermensh'-nya suci dan mau dikotori. Aku yakin inilah cinta sejati.
          Aku kira aku pun akan bersikap seperti itu. Kalau aku jatuh cinta aku tak mengawininya. Jadi seperti analisanya A.Gide. Lain kali akan kutulis pendapatku tentang sejarah. Bagiku masyarakat tak mungkin hidup tanpa sejarah.

Soe Hok Gie,
Jumat, 27 Mei 1960

P.S
dalem banget coy.
Just want to share this 

Baca Buku : #CeritaGila Pengusaha Muda Indonesia

          Selamat malam. Di kamar yang lagi dinyalain kipas angin, jemariku menari diatas keyboard laptop yang aku miliki sejak tahun 2014 ini. Mau ngapain ya? mau nulis. Nulis isi pikiranku setelah ngabisin satu buku yang baru aku beli hari Jumat kemarin. Dari hari Jumat baru beres baca hari ini, hehehe.

          Oke, jadi buku bersampul dominan merah yang baru selesai aku baca ini judulnya #CeritaGila Pengusaha Muda Indonesia. Ohya aku harus banget sih bilang ini, aku penasaran kenapa kata kata 'Cerita Gila' nya pake hashtag. Nggatau kenapa tapi aku penasaran deh, aseli.

          Ohya pengen cerita dulu boleh ya, boleh lah terserah guee ini kan blog guee hehehee, tentang kenapa aku bisa tergerak untuk beli dan baca buku ini. Dan darimana aku tau tentang buku ini. Aku tau buku ini abis nonton live videonya Aaron Blenda (Chief Marketing Officer pasukanalona.com - partnernya Rico Huang Alona) di facebook beberapa waktu lalu. Beliau live dari kantornya, trus nunjukin beberapa koleksi bukunya, dan beliau nunjukin buku 'Cerita Gila Pengusaha Muda Indonesia' ini sambil bilang kurang lebih kaya gini, "Ini bukunya bagus buat kalian yang pengen dikomporin."

           Denger kata dikomporin, gue langsung tergugah. Eh kok jadi gue, tadi aku. Ah terserahlah, yang enaknya aja lah yaaa hehe. Nah abis itu gue mencoba search di google ni buku keluaran taun berapa. Dan ternyata belum lama tapi juga bukan baru. Dan tanpa pikir panjang pulang kerja gua langsung ke Gramedia dan mencari buku ini. Dan tadawww langsung ketemu. Berarti ni buku emang jodoh gue.

           Harganya Rp. xxx,- dan sudah resmi jadi bagian dari keluarga rak buku Sarah Nurkhaliza, hehehe

           Akhirnya gue bacalah buku ini, mulai dari halaman pertama dan seterusnya hingga selesai pada hari ini, Selasa 24 Januari 2017. Dan walaupun ini bukan buku atau novel romance, meskipun masih berbau remaja remaja anak muda, tapi gue beberapa kali nangis baca buku ini. Gue mah emang orangnya gampang nangis dengan hal2 yang ngga penting sih, baca buku haru dikit nangis nonton film perjuangan nangis nonton film komedi pun nangis hahaha.

           Yang gue simpulkan dari semua cerita pengusaha muda yang ada di buku ini adalah, mereka mereka para pengusaha itu orang orang yang gak banyak mikir alias langsung take action, orang-orang yang selalu belajar, orang-orang yang anti nyerah, dan orang-orang yang (gue simpulkan dari cerita mereka di buku ini) memuliakan orang tuanya dan dekat dengan Tuhannya.

           Gue banyak terinspirasi dari buku ini, apalagi pemain pemain dibuku ini usianya ngga jauh beda sama gue. Oya, ada satu cerita yang paling ngga bisa gue lupa, yaitu bagiannya bang Yasa Paramita Singgih. Gue salut banget sama bang Yasa, usaha di usia yang bener bener muda belia, bisa punya kedai dan karyawan, di usia 17 tahun! terus ceritanya dia yang disikut sama pedagang baru di sebelahnya, tapi dia nggak marah sama sekali. Padahal kan anak muda itu biasanya meledak ledak ya. Kalau marah juga langsung keluar, nggak mikir mikir dulu apa ujungnya. Tapi bang Yasa beda. Dan itulah alasan kenapa cerita dia di buku ini yang most unforgettable buat gue.

            Trus ceritanya siapa gue lupa, pokoknya dia mau ngumrohin ortunya pake hasil jualan jangkrik. Pas bacanya ngakak sih. Hahaha jangkrik berapaan, umroh berapaan. Kapan kelarnya. Itulah pemikiran gue yang sempit, padahal rizki Allah sangat luas dan bisa dari mana aja, dan niat baik insya allah pasti Allah kabulin, apalagi niat ngumrohkan orang tua, dari hasil berdagang yang halal. Pasti ada jalannya.

            Ada juga bagiannya bang Arif Yasir Rahman, yang nyuruh pembaca nulis apa ketakutannya sehingga bikin kita takut/belum juga mulai bisnis. Nyuruh nulisnya gini, "Sekarang tulis minimal 10 hal yang.... sekarang! jangan lanjut baca!" dan asli gua langsung menurutinya. Gue nggak lanjutin baca dan langsung menuliskan beberapa hal yang membuat gua takut berbisnis. Dan itu rasanya seperti, pikiran negatif gua dibawa keluar dari otak gue, dan pikiran negatif itu sekarang ada di buku catatan dimana gue menuliskan hal yang membuat gue takut tersebut.

             Dan banyak lagi cerita cerita lainnya yang, ASELI, Inspiring banget, dan menampar keras guee, mereka bisa, apalagi gue hehehehe. Salah yaa, mereka bisa, kenapa gue gakbisa? Cerita-cerita mereka menyadarkan gue tentang pentingnya mimpi yang dibarengi dengan action, memuliakan orang tua, dekat dengan Tuhan, berprasangka baik terhadap Tuhan, dan lain lain. Menggugah gue untuk gak pernah berhenti belajar, menjadi tahan banting. Ah, pokoknya baca nih buku kayak abis ikutan seminar yang pembicaranya para pengusaha muda yang sukses deh. Keren banget !

              Ngomong ngomong gue sudah menuliskan apa aja bisnis yang ingin gue buka, seperti yang disuruh bang Arif Yasir Rahman. Dan gue punya 4 list utama. I won't share that. Karena kalau dishare tapi action aja belon kaya udah omong besar duluan aja gitu. Cuma gue bilang aja gue punya goal itu agar yang membaca tulisan ini mendoakan gue supaya goals gue tercapai, Aamiin.

               Oke segitu dulu tulisan gue. Emang gak ada review reviewnya sama sekali ya, karena tujuan gue menulis ini hanya untuk mencurahkan isi pikiran gue setelah reading this book. Bukan ngereview, hehehe. Selamat berkarya anak muda Indonesia!!

Puisi : Materialistis

MATERIALISTIS

by :
Sarah Nurkhaliza


Goresan tinta mengiris
sudah tentu puitis
kupersembahkan padanya
sebait kata yang indah

Ramai riuh terdengar
Omongan orang bicara
Tentang cinta
Antara dia dan dirinya

Belum sempat
Aku suarakan
Namun ternyata
Kau sudah dalam genggaman
Genggam erat jutawan

Aku baru sadar
Kau suka uang
Bukan sastrawan

Puisi : 'Perang'

Perang

Karya : Sarah Nurkhaliza
12 Desember 2014


Dalam sepi aku terbayang
Memori indah di masa lalu
Angin dingin mengelusku
Membawa satu nama
Imajiku berkembang
Aku tak mampu hentikan
Sepi, sunyi..

Khayalku buat cerita
Seorang adam yang kupuja
Bersamanya adalah mimpi
Aku tau
Tapi aku juga mau
Logika berbisik
Jangan mau kembali sakit
Namun hati menjerit dahaga
Aku menginginkannya!

Hati dan logika
Kibarkan lagi bendera perangnya
Aku harus berada di pihak yang mana?

Misteri di Perkemahan



           Ini adalah malam pertamaku kemah di hutan Rium bersama teman-teman.Aku tidur di tenda nomor 13,bersama Nalia,Amina,Dini dan Shalwa.Kebetulan kami termasuk orang-orang yang penakut,disatukan dalam tenda yang sama dengan nomor misteri,nomor 13.
            Semua orang pasti sudah tahu tentang mitos angka 13.Angka sial.Dan,aku mendapat tenda dengan nomor sial,ditambah lagi aku setenda dengan orang-orang yang sama penakutnya denganku,sungguh-sungguh sial !!!
            Sudah tahu kita semua penakut,Shalwa malah iseng bercerita tentang hantu yang menakutkan.Dia pun bercerita bahwa dia pernah bertemu hantu.Entah dia berkata benar atau hanya bohong belaka,aku tak tahu.
            Ceritanya,saat malam Jum’at pukul 11 malam,Shalwa belum tidur karena dia asyik menonton film laga favoritnya di tv.Semua anggota keluarganya sudah terlelap.Saat itu,tiba-tiba ia merasa kebelet mau pipis.Tapi,letak kamar kecil ada di rumah bagian belakang.Dan ruang tv itu adanya di bagian depan rumah.
            Seperti biasa,kalau sudah malam semua ruangan lampunya dimatikan kecuali ruangan paling depan,yaitu ruang tv.Shalwa merasa takut untuk pergi ke belakang.Apalagi sudah jam 11 lewat,malam Jum’at lagi.Tapi karena tidak tahan lagi,Shalwa pun memutuskan untuk lari ke kamar kecil.Namun sebelum melakukannya,tiba-tiba saja muncul sesosok wanita rambut panjang dan pakaian putih pucat berdiri di ujung tembok.Spontan Shalwa berteriak dan setelah itu tidak ingat apa-apa lagi.
            “Kau pingsan Shal ?”tanya Dini memotong.
            “Entahlah..”jawab Shalwa.
            “Kok kamu tidak tahu ? memangnya setelah sadar kembali kamu ada di mana ?”tanya Nalia.
            “Emmhh...ada di ruang tv.Kata ibuku aku ketiduran saat menonton film.”
            Mendengar jawaban Shalwa semuanya berpikir,”ah...paling halusinasi atau mimpinya si Shalwa saja”.Aku pun berpikir begitu,habisnya cerita temanku benar-benar garing dan tidak meyakinkan.
            “Sudah ah.. lebih baik kita tidur saja sekarang.Daripada nanti ceritanya Shalwa kejadian..”kataku menakuti.Setelah aku bilang begitu,semua temanku pun serempak berkata,”hiiiii.....” dan langsung bersembunyi di balik selimut masing-masing.
                                                                        * * *
            “Hoaaaeemmmm....”aku bangun sembari menguap dan menggeliat.Aku melihat ke sekeliling,masih gelap.Bukankah seharusnya sudah pagi dan penuh dengan sinar matahari ? tapi... eh,ternyata masih jam 1 malam.
            Aku melihat ke arah teman-temanku.Mereka tidur dengan nyenyak dan pulas.Yah... mereka memang seperti bangkai yang suka tidur.Aku kembali membaringkan badanku,tapi..sekarang aku tidak bisa tidur lagi.Bagaimana ini ? tiba-tiba...aku teringat cerita-cerita misteri dan cerita Shalwa tadi malam.Aduh... bulu kudukku langsung berdiri.
            “Tuk...tuk...tuk...”
            Tiba-tiba aku mendengar suara palu yang dipukulkan.Seperti sedang memaku.Ya ampun...siapa yang malam-malam begini memaku ? apakah .. hantu !!?
            “Aaaaaaa........”aku berteriak.Namun suara yang kukeluarkan tidak besar,karena aku sudah keburu ketakutan dan mengeluarkan tenagaku dengan keringat yang bercucuran.Tidak kusangka teriakan itu membangunkan temanku.Amina,langsung terbangun tatkala mendengar teriakan kecilku barusan.
            “Untuk apa kau teriak-teriak dini hari begini huh ?!”kata Amina kesal.
            “Amina...Amina... apa kau mendengar suatu suara ? seperti suara orang sedang memaku !?”tanyaku pada Amina dengan suara berbisik.
            “Ha ? suara orang memaku ? mana mungkin dini hari begini ada orang main perkakas ?”Amina tidak percaya,bukan menjawab pertanyaanku.
            “Sungguh !! aku mendengarnya barusan !!! kau harus memercayaiku !!”kataku penuh yakin.
            “Kalau begitu,mana sekarang suaranya ? tidak muncul lagi..pasti itu halusinasimu akibat terlalu memikirkan ceritanya Shalwa.”kata Amina enteng.Lalu ia pun segera berbaring dan cepat tidur.
            Sementara aku,masih mematung ketakutan.Suara orang memaku itu masih terdengar di telingaku,walau sesungguhnya suara itu sudah hilang,namun masih terngiang.
            “Tuk..tuk..tuk...”suara itu muncul lagi.Ah...aku membenamkan wajahku di balik tangan.Aku sungguh ketakutan,tidak tahu mesti melakukan apa.Tiba-tiba.... muncul suara aneh lainnya.
            “Huu...huu... hu..huhu..”suara orang seperti menahan tangis.Suara ini lebih jelas,lebih dekat.Sepertinya suara itu berasal tepat dari belakangku.Ya,di belakangku !!!! aku memberanikan diri menengok ke belakang,dan...
            “Ya ampun Shalwa !! kenapa kau menangis begitu !!? membuatku kaget saja !!”teriakku pada Shalwa.Ternyata memang Shalwa yang menangis di belakangku.Tanpa kusadari,ia pun terbangun dari tidurnya.
            “Itu...suara orang sedang memaku.... suara siapa itu ?? hu..huh....huhu..... aku takutt .. ibu...”rengek Shalwa dengan bibir dan tubuh gemetaran.
            “Ya Tuhan,Shalwa !! kau juga mendengarnya !! berarti ini bukan hanya imajinasiku.Suara itu sungguhan... Ya Tuhan .. apa yang harus kita perbuat ...?!”
            Di tengah ketakutan kami,tiba-tiba...ada yang mengetuk pintu tenda kami.Ketukan itu dilakukan dengan keras dan kasar.Memaksa.Spontan Shalwa berteriak sangat kencang.Lalu beberapa saat kemudian dia pingsan.
            Ya ampun,tinggal aku sendiri yang harus menghadapi ketakutan ini.Semua temanku dalam keadaan tidak sadar,dan aku..yang merasakan ini semua sendirian... !!!!!!!!!!!!
            Ketukan itu berhenti.Tapi yang terjadi selanjutnya lebih buruk lagi.Orang di luar -yang kemungkinan besar adalah makhluk gaib itu- mau membuka sleting pintu tenda kami.Aaaaaaaaaaaaaa ............. aku tidak kuat lagi !!!!!!!!! aku pun tidak mengingat apa pun lagi setelahnya.
                                                                        * * *
            Sekelebat cahaya bersinar di atas mataku.Kulihat beberapa orang berdiri di samping tempat tidurku.Oh..ternyata teman-teman dan pembina pramuka.Mereka tersenyum ketika melihatku sudah siuman.Saat aku bertanya apa yang terjadi,mereka mengatakan kalau aku pingsan di tenda berbarengan dengan Shalwa.Kali ini aku pun ingat kembali dengan kejadian semalam,suara aneh orang yang sedang memaku dan ketukan-ketukan keras dari luar tenda saat dini hari.
            Aku pun menceritakan kepada mereka tentang kejadian yang aku dan Shalwa alami semalam hingga membuat kami berdua pingsan.Setelah aku selesai bercerita,tiba-tiba kak Romi,salah satu pembinaku tertawa.
            “Kak,kenapa tertawa ?”tanyaku heran.”Apa ada yang lucu ?”
            “Tidak...hanya,tingkahmu dan Shalwa benar-benar membuatku tidak habis pikir.”kata kak Romi,masih dengan tawanya.
            “Memang apa yang terjadi kak ?!”tanyaku lagi.
            “Suara orang yang memaku itu,itu kakak yang melakukannya.”
            “Maksudnya .. ? kakak adalah hantu yang suka memaku malam-malam ?”
            “Ha...ha.....ha...bukan-bukan ! jadi,malam itu tiba-tiba tendaku rubuh.Makanya segera aku betulkan tali tenda dan kupaku malam itu juga.”jelas kak Romi.Penjelasan itu sangat membuatku lega.
            “Ternyata itu kakak .. syukurlah .. itu membuatku lega.Eh..tunggu dulu.. siapa yang mengetuk-ngetuk pintu tendaku ?”
            “Ah..itu.Itu juga aku yang melakukannya karena aku mendengar suara teriakan dari dalam tendamu.Makanya aku berniat mengecek untuk memastikan bahwa kalian baik-baik saja.Ternyata setelah diperiksa,kau dan Shalwa pingsan.Dan itu semua karena ketakutan kalian akibat ulahku.Benar-benar lucu,ha..ha..ha....”kak Romi kembali tertawa.
            “”Hus !! jangan kau tertawa besar-besar Romi !! ini masih dini hari,pukul dua pagi.Hati-hati jika makhluk gaib masih berkeliaran di sekitar sini.”kata ketua pembina,kak Indra,menakuti.
            “Ah..kak Indra mau menakutiku ya ? percuma...tidak berpengaruh padaku kak !!”kak Romi sok berani.
            “Kurasa ucapan kak Indra benar adanya.”kata Nalia tiba-tiba.Semua orang melihat ke arah Nalia dengan ekspresi sama,mengernyitkan dahi.
            “Maksudmu apa sih La ?”tanya Amina mulai merasa takut.
            “Kalian lihat di ujung tembok situ,apa ada anggota pramuka kita,seorang perempuan dengan baju putih sampai mata kaki,berambut panjang berantakan,dan wajah pucat ?”kata Nalia dengan suara hampir menghilang.Serempak semua orang mengalihkan pandangannya ke ujung tembok,dan mata mereka menangkap apa yang disebutkan Nalia,begitu juga aku.Kami semua terpaku.
            “Kurasa perempuan itu bukan anggota pramuka sekolah kita.”kata kak Indra dengan tegang.
            Lalu .... siapakah perempuan itu ????!!!!!!!!!!!

                                                                                    * * *

Cerpen : Kesehatan Bumi adalah Kesehatan Kita Part II

 Nah biar ngga kagok-kagok, hehe.. aku langsung post aja ya cerpen ini yang part II nya. Oh ya, kalo belum baca Part I nya, bisa klik aja disini ya =D .. Happy Reading all =)))))))



                                                      Kesehatan Bumi adalah Kesehatan Kita

            Pagi ini aku tidak malas-malasan lagi.Aku bangun lebih awal untuk bersiap ke sekolah.Melihat aku yang tumben-tumbennya giat,ibu bertanya,
            “Sira,ada acara apa di sekolah ? Kok tumben bangunnya pagi banget ?”
            Sambil tersenyum kecil,aku menjawab,
            “Nggak ada acara apa-apa kok,bu.Tapi ada yang harus aku lakukan.”jawabku.
            “Melakukan apa ?”tanya ibu lagi.
            “Ah...lihat saja nanti.”kataku sambil berlalu.Ibu hanya mengangkat bahunya tanda tak mengerti.
            Sekarang waktunya aku berangkat.Aku menuju keluar dan meninggalkan rumah.Tapi belum sempat aku melangkahkan kaki,ayah mencegahku.
            “Sira,tunggu dulu dong.Ini ayah bentar lagi siap anterin kamu.”kata ayah.
            “Ayah..mulai sekarang aku nggak usah diantar lagi pakai motor.Aku mau jalan kaki saja ke stasiun.Lagipula stasiun angkot kan dekat,sekalian aku olahraga pagi.”
            “Kamu nggak takut kesiangan ?”tanya ayah ragu.
            “Nggak dong,aku kan udah bangun pagi.Oh ya,kalau ayah mau ke kantor,lebih baik jangan naik motor deh,soalnya asap knalpot motor bisa menyebabkan pemanasan global yang bikin bumi sakit.Jadi sebaiknya ayah naik sepeda saja ya.Kantor ayah juga kan nggak jauh-jauh banget dari sini.Betul kan yah ?”
            “I...iya sayang.”jawab ayahku keheranan.Aku pun langsung pergi berjalan kaki menuju stasiun angkot.Lalu aku melalui perjalanan seperti biasanya menuju sekolah.
            Tiba di sekolah,aku masuk ke kelas.Ternyata teman-temanku belum banyak yang datang.Aku melihat sekeliling ,baru ada beberapa orang saja.Sepertinya aku datang kepagian,hehe...
            Eh,iya.Di kelasku ada AC,bukannya AC itu merusak lapisan ozon bumi ya ? sama saja dengan merusak lingkungan.Wah,ini jangan dibiarkan.Aku akan mengatasi hal ini dengan memberi penjelasan kepada pihak sekolah,lebih tepatnya ke kepala sekolah.
            Akupun pergi ke ruang guru.Aku mencari kepala sekolah.Nah,itu ada Ibu Kepsek.Aku menghampirinya,meski agak ragu dan takut karena baru kali ini menghadap kepala sekolah sendirian.Tapi demi kesehatan lingkungan dan kebaikan semua orang,aku harus berani.
            “Assalamu alaikum,bu.”kataku pelan.
            “Ya,wa’alaikum salam.Ada perlu apa nak ? pagi-pagi sudah menghadap ibu.”
            “Euh..ini bu.Saya...ingin menyampaikan pendapat dan saran saya untuk sekolah mengenai pemanasan global yang saat ini sedang marak.”
            “Oh...silakan.”
            “Begini bu.Kalau saya boleh saranin,sebaiknya AC di tiap kelas diganti dengan AC ramah lingkungan saja”           
            “Maksud kamu apa ya ? Ibu kurang ngerti.”
            “Begini bu.Saya pernah baca di sebuah artikel.Katanya AC itu merusak lapisan ozon bumi dan membuat pemanasan global semakin parah.Saya lihat AC yang ada di tiap kelas sekolah kita bukan AC yang ramah lingkungan.Padahal AC ramah lingkungan itu lebih murah karena pemakaian energi listriknya lebih sedikit dan baik untuk kesehatan bumi kita.Ibu mau kan mengusahakan apa yang saya sarankan ?”tanyaku penuh harap.
            “Hmm...yang kamu katakan itu benar.Baik,Ibu akan mengusahakan semuanya.
Bagaimanapun juga kita sebagai penduduk bumi harus menjaga lingkungan kita sendiri.Terima kasih ya nak,atas saran kamu.”
            “Sama-sama bu.”
            Horeee !!!! Aku senaaaaang....sekali.Aku tidak menyangka saranku langsung diterima.Yes!usahaku pasti berhasil.Dengan senyuman lebar,aku kembali ke kelasku.
            Saat aku berjalan ke kelas,tiba-tiba temanku Selvi,datang dengan wajah sedih.Aku pun bertanya padanya mengapa ia bersedih.
            “Selvi,kamu kenapa ? kok sedih gitu..”tanyaku.
            “Sir,teman kita...Nida...dia meninggal !!”
            “Apa ??! meninggal ? kok bisa ?!”aku kaget sekali mendengar apa yang Selvi katakan.
            “Nida sakit.Kata orang tuanya,dia sakit demam berdarah.”
            “Hah ?!kok bisa?”
            “Setahuku sih,sekarang ini memang lagi wabahnya DBD.Tapi nggak tahu juga kenapa bisa mewabah sampai akhirnya teman kita yang kena.Kasihan banget ya Nida..”kata Selvi.
            Meninggal karena DBD yang mewabah ? Bukannya selama ini di kotaku sering dilakukan penyemprotan anti nyamuk DBD ya ?! kok sekarang malah mewabah ? ini membuatku penasaran.
            Pulang sekolah,aku kembali menyalakan komputerku,membuka penelusuran internet.Aku mencari penyebab terjadinya wabah demam berdarah.Dan aku menemukan sebuah artikel.
            Apaa ??? lagi-lagi karena pemanasan global ??! Pemanasan global ini benar-benar sebuah malapetaka.Malapetaka yang harus segera dihancurkan !
            Dalam artikel itu,penyakit demam berdarah semakin meningkat persebarannya karena pemanasan global.Suhu yang panas membuat nyamuk dapat bertahan hidup lebih lama,akibatnya penyakit demam berdarahpun semakin mewabah dan memakan korban.Parahnya lagi korban itu adalah temanku.Kasihan sekali Nida,ia harus terkena penyakit ini akibat pemanasan global yang disebabkan ulah manusia.Sungguh memprihatinkan.
            Kalau sudah begini,aku bingung harus berbuat apa.Aku tidak mungkin diam saja,membiarkan bumi ini semakin mendekati kehancuran.
            Aha ! aku jadi ada ide.Aku bisa memelihara lingkungan dengan menanam pepohonan untuk mengurangi pemanasan global pada bumi.Dengan begitu pemanasan global bisa sedikit demi sedikit teratasi.
            Aku kembali ke komputerku,menelusuri internet.Aku mencari dan mencari,pohon apa yang bagus untuk kutanam.
            Ternyata pohon yang bagus untuk mengurangi pemanasan global adalah bambu.Bambu dapat menyerap CO2 empat kali lebih banyak daripada pohon biasa.
            Tapi...bambu itu setahuku panjang-panjang dan besar-besar.Bagaimana bisa aku menanamnya sendirian ? kurasa aku butuh orang lain untuk menanamnya juga.
            Masalahnya,orang-orang tidak mungkin langsung mau menanam bambu-bambu begitu saja.Lalu apa yang mesti aku lakukan sekarang ? aku berpikir keras,tapi tak kunjung mendapat ide.Apa aku meminta pendapat orang tuaku saja ya ? sebaiknya iya.
            Aku bertanya pada ibuku.Awalnya ibuku merasa aneh akan usulku yang tiba-tiba peduli terhadap lingkungan.Ibupun enggan berpendapat.Tapi setelah aku desak,ibu mau mencarikan jalan keluar.Kemudian ibu mendapat ide cemerlang.
            “Kamu jualan bambu saja,tapi kamu harus mencari bambu yang bagus dan menarik agar orang mau membeli dan menanamnya.Coba kamu cari di buku-buku dan internet.Ibu yakin ini berhasil.”jelas ibuku.
            Wah...usul ibu benar-benar hebat.Iya juga ya...aku kan bisa jualan di halaman rumahku.Rumahku juga letaknya strategis,di dekat jalan raya.Siapa tahu orang-orang melirik bambu yang kujual dan mau membelinya.Yang paling penting sih,mereka menanam bambu itu.
            Aku mencari jenis bambu yang bagus dan menarik di berbagai buku.Bahkan aku bertanya ke tukang tanaman hias yang sering lewat depan rumahku.Aku juga mencari jenis bambu itu di internet,dan akhirnya ketemu!!
            Beruntungnya aku!Aku menemukan jenis bambu yang kuinginkan.Namanya Bambu Kuning.Bambu ini adalah jenis bambu hias yang sangat cantik bentuknya.Harganya lumayan mahal,250.000 per rumpun.Tapi tak apalah,yang namanya usaha,apapun akan kutempuh.
            Ketika mulai berjualan,ternyata banyak juga orang yang berminat membeli tanamanku ini.Bahkan ada yang sampai memesan segala.Mereka juga berjanji akan merawat bambu yang mereka beli
            Sebenarnya sih,aku tidak masalah mereka mau membayar atau tidak.Jika mereka mau menanam bambu itu,aku bersedia kok memberi bambu itu secara cuma-cuma,asalkan mereka berjanji akan menjaga dan merawat bambu tersebut.
            Kini aku bahagiaaaaaaaaaaa sekali.Usahaku selama ini tidak sia-sia.Aku mulai bisa menjaga kesehatan dan kelestarian bumiku tercinta.Memang sih,hanya hal-hal kecil ini saja yang bisa aku lakukan,dan masalah pemanasan global ini belum bisa terselesaikan.Tapi aku yakin,semua masalah meski seberat apapun pasti bisa kita atasi.Asalkan kita mau berusaha untuk mencari jalan keluar yang terbaik.
            Semoga niat dan usahaku menjaga bumi bisa dilakukan juga oleh orang lain.Jangan sampai ada korban lagi seperti temanku Nida.Ingat,kesehatan bumi adalah kesehatan kita juga sebagai penghuninya.
                                                                        * * *

Cerpen : Kesehatan Bumi adalah Kesehatan Kita


 

            “Hoaeemmm...”
            Duh..ngantuk sekali ! untuk bangkit dari tempat tidur dan melepas selimut dari tubuhku saja sangat berat rasanya.Ditambah pagi ini hujan turun rintik-rintik mendukung suasana yang nyaman untuk berlama-lama berada di balik selimut.Tapi aku harus cepat-cepat bersiap ke sekolah.Apalagi sekarang hari Senin,pasti jalanan macet.Hari ini juga ada pementasan dari kakak kelas 9 yang wajib aku tonton.
            Perlahan aku bangkit dari kasurku menuju kamar mandi.Lalu aku sarapan dan berangkat sekolah.Seperti biasa,aku diantar ayahku naik motor sampai stasiun angkutan kota.Barulah aku melanjutkan perjalanan naik angkot ke sekolah.
            Setelah siap untuk berangkat,aku memanggil ayahku.
            “Ayah...ayah...!”
            Tak lama kemudian ayah muncul dengan kunci motor di tangannya.
            “Sudah siap ? ayo berangkat !!”kata ayah.Aku mengangguk.Sebelum pergi tak lupa aku pamit pada ibuku,baru kemudian aku berangkat.
            “Breeemmmm....ngeeengg !!!”
            Motorpun sampai di stasiun.Aku turun dari motor dan pamit pada ayah.Kemudian aku menaiki angkot yang sedang ngetem.Kelihatannya sih sudah penuh,hanya tersisa dua tempat lagi yang kosong.Tanpa basa-basi lagi aku segera naik.Karena di dalam sudah penuh,aku duduk di kursi dekat pintu.
            Saat di dalam angkot yang penuh,pasti aku merasakan sesuatu.Suatu bau yang tercium oleh hidungku,yaitu bau ketiak orang-orang yang ada di angkot ini.Duh...baunya membuat orang ingin muntah.Perutku juga jadi ikutan mual gara-gara mencium bau ini.
            Sebelum aku muntah,untungnya angkot ini sudah mulai maju.Udara pagi hari berhembus memasuki bagian dalam angkot,menutupi bau ketiak orang-orang di dalam.Angkotpun meninggalkan stasiun menuju jalan raya.
            Aku memperhatikan keadaan di luar.Sama seperti yang aku lihat kemarin-kemarin.Jalan raya yang ramai dengan kendaraan roda empat dan sepeda motor.Banyak sekali berbagai jenis kendaraan.Mereka berkendara dengan tertib sehingga lalu lintas terasa nyaman.Tapi ada yang membuatku merasa risih,yaitu asap yang dikeluarkan kendaraan menyebabkan udara pagi yang seharusnya sejuk menjadi sesak.
            Hampir setiap hari keadaan kota seperti ini aku rasakan.Tapi aku merasa tidak dapat melakukan apa-apa untuk mengatasi semuanya.Yang bisa aku lakukan hanya membekap hidung dan mulutku dengan telapak tangan untuk menghindari asap kendaraan berbahaya itu masuk ke dalam paru-paruku.Kalau aku pikir-pikir lagi,lebih baik aku mencium bau ketiak daripada menghirup asap kendaraan itu.
            Tak terasa angkot sudah sampai di depan sekolahku.Aku turun dan buru-buru masuk ke sekolah.Di lapangan sekolah sudah banyak murid kelas 7 dan 8 yang siap menonton pementasan dari kakak kelas 9.Aku duduk di lapangan sebelah barat.Panggung pementasannya lumayan besar.Di sebelah panggung juga sudah disiapkan infokus untuk menayangkan sejumlah video yang berhubungan dengan pementasan ini.
            Beberapa menit kemudian,kakak-kakak kelas 9 muncul dari balik panggung.Mereka telah memakai kostum yang mayoritas berwarna hijau.Lalu ada salah seorang membawa papan yang bertuliskan, “WE LOVE OUR EARTH”.Lalu mereka semua membunyikan yel-yel, “KITA SAYANG BUMI ! KITA CINTA BUMI !”
            Setelah yel-yel dibunyikan,mereka menampilkan kabaret.Kakak-kakak kelas 9 memperagakan hal-hal yang merusak lingkungan seperti membuang sampah ke sungai,melakukan penebangan liar,menggunakan kantong plastik secara berlebihan,dan lain-lain.Satu orang yang berkostum seperti bumi menangis dengan kencang.Kemudian datang seorang perempuanmenasihati mereka agar tidak melakukan hal-hal yang merusak lingkungan lagi.Lalu perempuan itu menunjukkan video dari layar infokus yang menayangkan keadaan bumi akan hancur.Dataran rendah tenggelam karena naiknya permukaan laut akibat pemanasan global,banjir di mana-mana,es di kutub mencair,dan persebaran penyakit makin merajalela.
            “Bumi sakit parah karena kelakuan kalian!”kata perempuan itu.
            Orang-orang yang merusak lingkungan akhirnya mengerti dan menghentikan perilaku mereka.Selanjutnya mereka menanam pepohonan,mengendarai sepeda bila bepergian,dan membuang sampah pada tempatnya.Orang yang berkostum bumipun menjadi senang dan menari-nari gembira.Itulah akhir dari pementasan tersebut.
            Sehabis menonton pementasan tadi,aku jadi berpikir,sepertinya selama ini aku sering sekali melakukan hal-hal yang merusak bumi dan lingkungan.Aku suka buang sampah di mana saja,memakai kantong plastik berlebihan dan mungkin masih banyak lagi yang kulakukan.
            Bagaimana kalau suatu saat bumi menjadi seperti yang ditayangkan dalam video di pementasan tadi ? Pasti penduduk bumi juga yang akan kena.Ini tidak boleh dibiarkan,aku tidak mau bumi menjadi hancur begitu saja karena ulah penghuninya sendiri.Harus ada perubahan,dan aku yang akan memulai perubahan itu dari sekarang.Ya,aku harus !
            Sepulang sekolah,aku segera menuju kamarku lalu menyalakan komputer.Aku mencoba mencari tahu di internet,apa yang menyebabkan kerusakan lingkungan,akibat yang ditimbulkan dan bagaimana cara mencegahnya.
            Dari hasil pencarian,yang menyebabkan kerusakan lingkungan adalah ulah manusia sendiri.Akibat paling fatal yang ditimbulkan saat ini adalah pemanasan global.Pemanasan global disebabkan oleh asap kendaraan,AC(air conditioner) yang merusak lapisan ozon bumi,efek gas rumah kaca,dan lain-lain.
            Efek yang diakibatkan pemanasan global ini sama seperti yang ditampilkan di pementasan tadi.Dataran rendah tenggelam,kutub es mencair.Waduh...seram sekali.Daerah tempat tinggalku ini kan termasuk daerah dataran rendah.Bagaimana jika suatu saat nanti tenggelam ??
            Untuk mencegah semakin parahnya pemanasan global,ada cara-cara yang bisa dilakukan yaitumengurangi penggunaan kendaraan,mengurangi penggunaan AC,dan juga menanam pohon.
            Hmm...cara ini bisa aku mulai besok pagi.Tunggu saja perubahan yang akan aku lakukan,hehehe....
                                                                                 * * * 

Penasaran kira-kira apa yang akan dilakukan 'aku' ? tunggu season duanya ya.. see ya! =D